Recent Posts
Recent Comments
No comments to show.
Archives
- May 2026
- March 2026
- February 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- March 2025
- February 2025
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- June 2024
- May 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- November 2021
- October 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- February 2021
- January 2021
- October 2020
- August 2020
- February 2020
- January 2020
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- August 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- August 2017
- March 2017
Tags
- akreditasi
- Alumni
- Diskusi Publik
- Dosen
- Dosen Tamu
- Ekspedisi Indonesia Hebat
- FISIP Unsoed
- Guru Besa Unsoed
- Himapol
- IKAPOL
- Ilmu Politik
- Ilmu Politik Unsoed
- Kompetisi Debat
- KPU Banyumas
- Lomba Esai
- Mahasiswa Ilmu Politik
- Mahasiswa Papua
- MBKM
- National University Debate Championship
- P2MW
- Papua
- Pelatihan
- Pembelajaran
- Pemberdayaan Masyarakat
- PKL
- PMM
- seminar akademik
Salah satu dosen Jurusan Ilmu Politik FISIP Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Dr. Sos. Waluyo Handoko, M.Sc. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ekonomi Politik Pembangunan dalam sidang senat terbuka yang dilaksanakan di Graha Widyatama Prof. Rubiyanto Misman pada Selasa (18/02).
Dalam orasi ilmiah pengukuhannya yang berjudul “Memperkuat Keberdayaan Masyarakat dalam Kerangka Penyelesaian Konflik Sumber Daya dan Ketimpangan Sosial: Tinjauan Ekonomi Politik Pembangunan,” Prof. Dr. Sos. Waluyo Handoko menyoroti pentingnya pendekatan ekonomi politik dalam memahami dinamika pembangunan.
Dia menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya tentang pertumbuhan angka-angka, tetapi juga tentang keadilan sosial, pemerataan, dan keberlanjutan. Selain itu, Prof. Handoko juga menegaskan bahwa pembangunan harus dilihat sebagai proses yang inklusif, di mana semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya selaras dengan tujuan SDG’s 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dalam segala aspek kehidupan. Tanpa pendekatan politik yang tepat, pembangunan hanya akan menguntungkan segelintir kelompok.
Prof. Handoko, yang juga mengemban amanah sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Unsoed, menekankan pentingnya memperkuat keberdayaan masyarakat sebagai kunci dalam menyelesaikan konflik sumber daya dan mengurangi ketimpangan sosial. Keberdayaan masyarakat dapat dicapai melalui peningkatan kapasitas, partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan, serta penguatan kelembagaan lokal.***
AUTHOR
admin