Recent Posts
Recent Comments
No comments to show.
Archives
- May 2026
- March 2026
- February 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- March 2025
- February 2025
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- June 2024
- May 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- November 2021
- October 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- February 2021
- January 2021
- October 2020
- August 2020
- February 2020
- January 2020
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- August 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- August 2017
- March 2017
Tags
- akreditasi
- Alumni
- Diskusi Publik
- Dosen
- Dosen Tamu
- Ekspedisi Indonesia Hebat
- FISIP Unsoed
- Guru Besa Unsoed
- Himapol
- IKAPOL
- Ilmu Politik
- Ilmu Politik Unsoed
- Kompetisi Debat
- KPU Banyumas
- Lomba Esai
- Mahasiswa Ilmu Politik
- Mahasiswa Papua
- MBKM
- National University Debate Championship
- P2MW
- Papua
- Pelatihan
- Pembelajaran
- Pemberdayaan Masyarakat
- PKL
- PMM
- seminar akademik
Program Studi Magister Ilmu Politik Unsoed resmi diluncurkan oleh Dekan FISIP Unsoed Dr. Wahyuningrat lewat Seminar Nasional yang membahas dinamika politik perdesaan di era disrupsi pada 16 Agustus 2022. Seminar yang dihadiri oleh tamu seperti perwakilan dari KPU Kabupaten, Bawaslu dan kepala desa itu menghadirkan akademisi pakar studi desa Dr. Sutoro Eko dan dosen Ilmu Politik Unsoed Dr. Khairu R. Sobandi.
Dalam seminar itu, Dr. Sutoro Eko mengajak mahasiswa dan akademisi untuk mendorong pengembangan Ilmu Politik yang tidak terpaku pada buku-buku teks yang berasal dari luar. Dalam konteks studi politik tentang desa, misalnya, tidak sedikit kajian yang tidak menambah pengetahuan kita tentang desa atau justru malah melanggengkan cara pikir teknokratik yang melihat desa hanya sebagai objek dari pembangunan yang dipaksakan oleh negara/supradesa.
Ajakan Dr. Sutoro Eko untuk mengembangkan studi politik perdesaan yang menempatkan desa dan warganya sebagai subjek juga diamini oleh pembicara berikutnya. Dinamika politik perdesaan yang berujung pada kemungkinan demokratisasi di tingkat desa disampikan oleh Dr. Khairu R. Sobandi. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa perubahan struktur ekonomi-politik yang diakibatkan oleh hadirnya elite ekonomi baru yang berasal dari eks-pekerja migran berdampak pada runtuhnya dominasi elite lama dan terdorongnya demokratisasi di tingkat desa. ***
AUTHOR
admin