Recent Posts
Recent Comments
No comments to show.
Archives
- May 2026
- March 2026
- February 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- March 2025
- February 2025
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- June 2024
- May 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- November 2021
- October 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- February 2021
- January 2021
- October 2020
- August 2020
- February 2020
- January 2020
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- August 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- August 2017
- March 2017
Tags
- akreditasi
- Alumni
- Diskusi Publik
- Dosen
- Dosen Tamu
- Ekspedisi Indonesia Hebat
- FISIP Unsoed
- Guru Besa Unsoed
- Himapol
- IKAPOL
- Ilmu Politik
- Ilmu Politik Unsoed
- Kompetisi Debat
- KPU Banyumas
- Lomba Esai
- Mahasiswa Ilmu Politik
- Mahasiswa Papua
- MBKM
- National University Debate Championship
- P2MW
- Papua
- Pelatihan
- Pembelajaran
- Pemberdayaan Masyarakat
- PKL
- PMM
- seminar akademik
Masa depan demokrasi Indonesia pasca pandemi Covid-19 dihantui tiga persoalan utama. Ketiganya adalah ketimpangan sosial dan ekonomi yang kian memburuk, korupsi yang makin akut, dan terus menguatnya populisme dan politik identitas. Ketiga persoalan itu dianggap akan makin membuat perkembangan demokrasi di Indonesia terus stagnan.
Ketimpangan sosial dan ekonomi kian memburuk karena pandemi Covid-19 sangat berdampak pada kesejahteraan ekonomi banyak warga kelas menengah ke bawah. Pada saat yang sama, korupsi atas bantuan sosial warga terdampak pandemi berkontribusi memperburuk kondisi pemberantasan korupsi. Sementara, politik identitas atas nama agama atau etnisitas akan dapat memperparah jurang polarisasi politik yang terbentuk sejak pemilu 2019.
Prediksi di atas merupakan salah satu kesimpulan dari seminar akademik bertajuk ‘Masa Depan Demokrasi dan Kebijakan Kesehatan Pasca Pandemi Covid-19’ yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Politik FISIP Unsoed pada Kamis 25 November 2021. Seminar yang diselenggarakan secara hybrid itu menghadirkan Dr. Dimpos Manalu dan Muhammad Iqbal Hafizon sebagai pembicaranya, dengan Ahmad Sabiq, MA dosen Jurusan Ilmu Politik sebagai moderatornya.[]
AUTHOR
admin