Recent Posts
Recent Comments
No comments to show.
Archives
- May 2026
- March 2026
- February 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- March 2025
- February 2025
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- June 2024
- May 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- November 2021
- October 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- February 2021
- January 2021
- October 2020
- August 2020
- February 2020
- January 2020
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- August 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- August 2017
- March 2017
Tags
- akreditasi
- Alumni
- Diskusi Publik
- Dosen
- Dosen Tamu
- Ekspedisi Indonesia Hebat
- FISIP Unsoed
- Guru Besa Unsoed
- Himapol
- IKAPOL
- Ilmu Politik
- Ilmu Politik Unsoed
- Kompetisi Debat
- KPU Banyumas
- Lomba Esai
- Mahasiswa Ilmu Politik
- Mahasiswa Papua
- MBKM
- National University Debate Championship
- P2MW
- Papua
- Pelatihan
- Pembelajaran
- Pemberdayaan Masyarakat
- PKL
- PMM
- seminar akademik
Asep Saripudin, mahasiswa Jurusan Ilmu Politik Unsoed angkatan 2015, berhasil menjadi juara 1 dalam Lomba Esai Nasional Kampung Digital Tahun 2018. Esai yang menghantarkan Asep menjuarai lomba yang tahun ini bertema Mengatasi Berbagai Problematika untuk Indonesia Emas 2045 berjudul Internalisasi Prinsip-Prinsip Panca Dharma Taman Siswa dalam Pendidikan Karakter melalui Program Character Education Center untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Penyelenggara Lomba Esai adalah Kampung Digital yang merupakan lembaga yang mempunyai kegiatan yang berupaya mengasah, melatih, dan mengembangkan kreatifitas dalam penulisan. Peserta lomba esai nasional adalah seluruh WNI yang berusia 15-30 tahun. Lomba dilaksanakan melalui jalur online, yaitu dengan cara melakukan pendaftaran dan mengirim tulisan ke panitia via online. Keputusan tentang para pemenang lomba esai Kampung Digital disampaikan pada 30 Januari 2019.
Alasan Asep mengangkat tema pendidikan karakter adalah keprihatinan dia terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia yang belum berjalan maksimal sehingga gagal berfungsi sebagaimana mestinya. Menurut dia, “berbagai problematika yang terjadi di Indonesia, seperti, kekerasan di lingkungan pendidikan, intoleransi keberagaman, kualitas pendidikan yang rendah, dan korupsi yang dilakukan oleh lulusan pendidikan tinggi adalah indikator bahwa pendidikan karakter di Indonesia tidak berjalan sesuai dengan UU Sisdiknas dan Prinsip Panca Dharma Taman Siswa. Tentunya, hal ini menjadi hambatan bagi kemajuan suatu bangsa.”
Dalam esainya, pria kelahiran Tangerang 23 tahun yang lalu itu menjelaskan bahwa strategi dari Character Education Center (CEC) adalah dengan cara membuka 4 (empat) program yang diambil dari Panca Dharma Taman Siswa. Keempat program tersebut adalah program kemanusiaan, program kebangsaan dan kebudayaan, program kodrat alam, dan program kemerdekaan. Salah satu keunggulan dari program CEC yang ditawarkan Asep adalah penekanannya pada praktik di lapangan. Dia berargumen bahwa agar nilai-nilai dapat terinternalisasi dalam setiap jiwa peserta didik , nilai-nilai itu tidak cukup hanya disampaikan lewat transfer of attitude melainkan juga lewat learning by doing.[BS]
AUTHOR
admin